Subnetting
Pengertian
Subnetting adalah suatu teknik
yang digunakan untuk membagi jaringan besar menjadi beberapa jaringan kecil
dengan cara mengorbankan bit Host ID pada subnet mask untuk dijadikan Network
ID yang baru. Hasil dari subnetting disebut subnetwork.
Analoginya seperti ini :
Jika terdapat 150 biji buah mangga yang akan dikemas, akan
lebih baik bila seluruh total buah tersebut dibagi menjadi 5 wadah sehingga
masing-masing wadah terdapat 30 biji dari pada harus dijadikan 1 wadah besar
tanpa ada pembagian. Kosep seperti itu yang dianut dalam subnetting.
Tujuan
Subnetting
·
Membagi satu kelas network atas sejumlah
subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang
lebih kecil.
·
Menempatkan suatu host, apakah berada dalam
satu jaringan atau tidak.
·
Untuk mengatasi masalah perbedaan hardware
dengan topologi fisik jaringan.
·
Penggunaan IP Address yang lebih efisen.
Keuntungan
Subnetting
·
Mengurangi penumpukan jaringan dengan cara
mengarahkan traffic dan mengurangi sinyal broadcast. Kita tau bahwa sinyal
broadcast itu sebatas segmen jaringan, tidak melewati segmen yang lain.
·
Bisa mengisolasi masalah pada satu subnet,
tidak melebar seperti jika hanya mempunyai satu jaringan tunggal yang besar.
·
Mengurangi keamanan, keamanan bisa diberikan
kepada subnrt tertentu berdasarkan protocol atau address.
·
Bisa menggunakan media berbeda dengan
menggunakan subnet yang berbeda untuk setiap media yang berbeda.
Proses
Subnetting
·
Menentukan subnet yang valid.
·
Menentukan alamat broadcast untuk tiap
subnet.
·
Menentukan jumlah subnet yang dihasilkan oleh
subnet mask.
·
Menentukan jumlah host per subnet.
·
Menentukan host-host yang valid untuk tiap
subnet.
Subnet
Mask
Subnetmask digunakan
untuk membaca bagaimana kita membagi jalan dan gang, atau membagi network dan
hostnya. Address mana saja yang berfungsi sebagai SUBNET, mana yang HOST dan
mana yang BROADCAST. Semua itu bisa diketahui dari SUBNET MASKnya. SUBNET MASK
DEFLAUT ini untuk masing-masing Class IP Address adalah sbb:
Class
|
Oktet
Pertama
|
Subnet
Mask Default
|
Private
Address
|
A
|
1 - 127
|
255.0.0.0
|
10.0.0.0 –
10.255.255.255
|
B
|
128 - 191
|
255.255.0.0
|
172.16.0.0
– 172.31.255.255
|
C
|
192 - 223
|
255.255.225.0
|
192.168.0.0
– 192.168.255.255
|
CIDR
(Clasess Interdomain Routing)
CIDR merupakan
mekanisme routing dengan membagi alamat IP jaringan ke dalam kelas-kelas A, B,
dan C. CIDR digunakam untuk mempermudah penulis notasi subnet mask agar lebih
ringkas dibandingkan notasi mask yang sesunguhnya. Untuk penggunaan notasi
alamat CIDR pada classfull address pada kelas A adalah /8 sampai dengan /15,
kelas B adalah/16 sampai dengan /23, dan kelas C adalah /24 sampai dengan /28.
Subnet mask CIDR /31 dan /32 tidak pernah ada dalam jaringan yang nyata.
VLSM
(Variable Length Subnet Mask)
VLSM adalah pengembangan mekanisme subnetting, dimana
dalam VLSM dilakukan peningkatan kelemahan subnetting klasik, yang mana dalam
clasik subnetting, subnet zeroes, dan subnet-ones tidak bisa digunakan. Selain
itu, dalam subnet classic, lokasi nomor IP tidak efisien.
Pada metode VLSM subnetting yang digunakan berdasarkan jumlah host,
sehingga akan semakin banyak jaringan yang akan dipisahkan. Tahapan perhitungan
menggunakan VLSM IP Address yang ada dihitung menggunakan CIDR selanjutnya baru
dipecah kembali menggunakan VLSM. Maka setelah dilakukan perhutingan maka akan
dapat dilihat subnet yang telah dipecah makan akan menjadi beberapa subnet lagi
dengan mengganti subnetnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar