Kamis, 06 Agustus 2015

Subnetting

Pengertian
Subnetting adalah suatu teknik yang digunakan untuk membagi jaringan besar menjadi beberapa jaringan kecil dengan cara mengorbankan bit Host ID pada subnet mask untuk dijadikan Network ID yang baru. Hasil dari subnetting disebut subnetwork.
Analoginya seperti ini :
Jika terdapat 150 biji buah mangga yang akan dikemas, akan lebih baik bila seluruh total buah tersebut dibagi menjadi 5 wadah sehingga masing-masing wadah terdapat 30 biji dari pada harus dijadikan 1 wadah besar tanpa ada pembagian. Kosep seperti itu yang dianut dalam subnetting.

Tujuan Subnetting
·         Membagi satu kelas network atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
·         Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
·         Untuk mengatasi masalah perbedaan hardware dengan topologi fisik jaringan.
·         Penggunaan IP Address yang lebih efisen.

Keuntungan Subnetting
·         Mengurangi penumpukan jaringan dengan cara mengarahkan traffic dan mengurangi sinyal broadcast. Kita tau bahwa sinyal broadcast itu sebatas segmen jaringan, tidak melewati segmen yang lain.
·         Bisa mengisolasi masalah pada satu subnet, tidak melebar seperti jika hanya mempunyai satu jaringan tunggal yang besar.
·         Mengurangi keamanan, keamanan bisa diberikan kepada subnrt tertentu berdasarkan protocol atau address.
·         Bisa menggunakan media berbeda dengan menggunakan subnet yang berbeda untuk setiap media yang berbeda.

Proses Subnetting
·         Menentukan subnet yang valid.
·         Menentukan alamat broadcast untuk tiap subnet.
·         Menentukan jumlah subnet yang dihasilkan oleh subnet mask.
·         Menentukan jumlah host per subnet.
·         Menentukan host-host yang valid untuk tiap subnet.

Subnet Mask
            Subnetmask digunakan untuk membaca bagaimana kita membagi jalan dan gang, atau membagi network dan hostnya. Address mana saja yang berfungsi sebagai SUBNET, mana yang HOST dan mana yang BROADCAST. Semua itu bisa diketahui dari SUBNET MASKnya. SUBNET MASK DEFLAUT ini untuk masing-masing Class IP Address adalah sbb:

Class
Oktet Pertama
Subnet Mask Default
Private Address
A
1 - 127
255.0.0.0
10.0.0.0 – 10.255.255.255
B
128 - 191
255.255.0.0
172.16.0.0 – 172.31.255.255
C
192 - 223
255.255.225.0
192.168.0.0 – 192.168.255.255

CIDR (Clasess Interdomain Routing)
CIDR  merupakan mekanisme routing dengan membagi alamat IP jaringan ke dalam kelas-kelas A, B, dan C. CIDR digunakam untuk mempermudah penulis notasi subnet mask agar lebih ringkas dibandingkan notasi mask yang sesunguhnya. Untuk penggunaan notasi alamat CIDR pada classfull address pada kelas A adalah /8 sampai dengan /15, kelas B adalah/16 sampai dengan /23, dan kelas C adalah /24 sampai dengan /28. Subnet mask CIDR /31 dan /32 tidak pernah ada dalam jaringan yang nyata.

VLSM (Variable Length Subnet Mask)
VLSM adalah pengembangan mekanisme subnetting, dimana dalam VLSM dilakukan peningkatan kelemahan subnetting klasik, yang mana dalam clasik subnetting, subnet zeroes, dan subnet-ones tidak bisa digunakan. Selain itu, dalam subnet classic, lokasi nomor IP tidak efisien.
Pada metode VLSM subnetting  yang digunakan berdasarkan jumlah host, sehingga akan semakin banyak jaringan yang akan dipisahkan. Tahapan perhitungan menggunakan VLSM IP Address yang ada dihitung menggunakan CIDR selanjutnya baru dipecah kembali menggunakan VLSM. Maka setelah dilakukan perhutingan maka akan dapat dilihat subnet yang telah dipecah makan akan menjadi beberapa subnet lagi dengan mengganti subnetnya.