Jumat, 08 Januari 2016

WAN



Peralatan dan Teknologi WAN.
Seperti LAN (Local Area Network), terdapat sejumlah perangkat yang melewatkan aliran informasi data dalam sebuah WAN. Penggabungan perangkat tersebut akan menciptakan infrastruktur WAN. Perangkat-perangkat tersebut adalah :
  • Router
  • ATM Switch
  • Modem and CSU/DSU
  • Communication Server
  • Multiplexer
  • 25/Frame Relay Switches
Router

Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.

Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN)
.
Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN

Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP.

ATM Switch
Switch ATM adalah penyedia transfer data berkecepatan tinggi antara LAN dan WAN. Switch ATM berfungsi menerima frame data dari salah satu port, source dan destination address dari frame tersebut akan dicek. Switch ATM menyediakan transfer data berkecepatan tinggi antara LAN dan WAN.

Modem dan CSU/DSU
Modem adalah singkatan dari modulator dan demodulator. Modulator mempunyai fungsi melakukan proses menghantarkan data dalam bentuk sinyal informasi ke sinyal pembawa (carrier) agar dapat dikirim ke pengguna melalui media tertentu. Dan proses ini biasa dinamakan dengan proses modulasi. Dalam proses ini data dari komputer yang berbentuk sinyal digital akan diubah menjadi sinyal analog.
CSU / DSU (Chanel Service Unit/Data Service Unit) adalah antarmuka digital-alat yang digunakan untuk menghubungkan data terminal Equipment perangkat atau DTE, seperti router untuk sebuah rangkain digital.

Communication Server
Communication Server adalah server khusus “dial in/out” bagi pengguna untuk dapat melakukan dial dari lokasi remote sehingga dapat terhubung ke LAN.Communication Server mengkonsentrasikan komunikasi pengguna dial-in dan remote akses ke LAN. Communication Server memiliki beberapa interface analog dan digital serta mampu melayani beberapa sekaligus.

Multiplexer
Multiplekser atau disingkat MUX adalah alat atau komponen elektronika yang bisa memilih input (masukan) yang akan diteruskan ke bagian output (keluaran). Pemilihan input mana yang dipilih akan ditentukan oleh signal yang ada di bagian kontrol (kendali) Select.

25/Frame Relay Switches


STANDAR WAN
WAN menggunakan model OSI, tetapi fokus utama pada Lapisan 1 dan Lapisan 2. Standar WAN secara khusus menggambarkan metoda pengiriman lapisan physical dan kebutuhan lapisan data link, yang meliputi pengalamatan physical, mengendalikan alur, dan encapsulation. Standard WAN menetapkan dan mengatur dengan sejumlah otoritas yang dikenali Protokol lapisan physical menggambarkan bagaimana cara untuk memberikan elektrik, mekanik, operasional, dan fungsi koneksi ke service provider dengan menyediakan layanan komunikasi. Beberapa standard umum lapisan physical yang terdaftar dapat dilihat pada gambar dibawah ini:


AKSES WAN
Frame Relay merupakan protokol WAN yang memiliki performa tinggi. Beroperasi pada physical layer dan data link layer OSI referensi model, Frame Relaymerupakan komunikasi data packet-switched yang dapat menghubungkan beberapa perangkat jaringan dengan multipoint WAN. Frame relay adalah cara mengirimkan informasi melalui wide area network (WAN) yang membagi informasi menjadi frame atau paket. Masing-masing frame mempunyai alamat yang digunakan oleh jaringan untuk menentukan tujuan. Frame-frame akan melewati switch dalam jaringan frame relay dan dikirimkan melalui “virtual circuit” sampai tujuan.

Kamis, 06 Agustus 2015

Subnetting

Pengertian
Subnetting adalah suatu teknik yang digunakan untuk membagi jaringan besar menjadi beberapa jaringan kecil dengan cara mengorbankan bit Host ID pada subnet mask untuk dijadikan Network ID yang baru. Hasil dari subnetting disebut subnetwork.
Analoginya seperti ini :
Jika terdapat 150 biji buah mangga yang akan dikemas, akan lebih baik bila seluruh total buah tersebut dibagi menjadi 5 wadah sehingga masing-masing wadah terdapat 30 biji dari pada harus dijadikan 1 wadah besar tanpa ada pembagian. Kosep seperti itu yang dianut dalam subnetting.

Tujuan Subnetting
·         Membagi satu kelas network atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
·         Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
·         Untuk mengatasi masalah perbedaan hardware dengan topologi fisik jaringan.
·         Penggunaan IP Address yang lebih efisen.

Keuntungan Subnetting
·         Mengurangi penumpukan jaringan dengan cara mengarahkan traffic dan mengurangi sinyal broadcast. Kita tau bahwa sinyal broadcast itu sebatas segmen jaringan, tidak melewati segmen yang lain.
·         Bisa mengisolasi masalah pada satu subnet, tidak melebar seperti jika hanya mempunyai satu jaringan tunggal yang besar.
·         Mengurangi keamanan, keamanan bisa diberikan kepada subnrt tertentu berdasarkan protocol atau address.
·         Bisa menggunakan media berbeda dengan menggunakan subnet yang berbeda untuk setiap media yang berbeda.

Proses Subnetting
·         Menentukan subnet yang valid.
·         Menentukan alamat broadcast untuk tiap subnet.
·         Menentukan jumlah subnet yang dihasilkan oleh subnet mask.
·         Menentukan jumlah host per subnet.
·         Menentukan host-host yang valid untuk tiap subnet.

Subnet Mask
            Subnetmask digunakan untuk membaca bagaimana kita membagi jalan dan gang, atau membagi network dan hostnya. Address mana saja yang berfungsi sebagai SUBNET, mana yang HOST dan mana yang BROADCAST. Semua itu bisa diketahui dari SUBNET MASKnya. SUBNET MASK DEFLAUT ini untuk masing-masing Class IP Address adalah sbb:

Class
Oktet Pertama
Subnet Mask Default
Private Address
A
1 - 127
255.0.0.0
10.0.0.0 – 10.255.255.255
B
128 - 191
255.255.0.0
172.16.0.0 – 172.31.255.255
C
192 - 223
255.255.225.0
192.168.0.0 – 192.168.255.255

CIDR (Clasess Interdomain Routing)
CIDR  merupakan mekanisme routing dengan membagi alamat IP jaringan ke dalam kelas-kelas A, B, dan C. CIDR digunakam untuk mempermudah penulis notasi subnet mask agar lebih ringkas dibandingkan notasi mask yang sesunguhnya. Untuk penggunaan notasi alamat CIDR pada classfull address pada kelas A adalah /8 sampai dengan /15, kelas B adalah/16 sampai dengan /23, dan kelas C adalah /24 sampai dengan /28. Subnet mask CIDR /31 dan /32 tidak pernah ada dalam jaringan yang nyata.

VLSM (Variable Length Subnet Mask)
VLSM adalah pengembangan mekanisme subnetting, dimana dalam VLSM dilakukan peningkatan kelemahan subnetting klasik, yang mana dalam clasik subnetting, subnet zeroes, dan subnet-ones tidak bisa digunakan. Selain itu, dalam subnet classic, lokasi nomor IP tidak efisien.
Pada metode VLSM subnetting  yang digunakan berdasarkan jumlah host, sehingga akan semakin banyak jaringan yang akan dipisahkan. Tahapan perhitungan menggunakan VLSM IP Address yang ada dihitung menggunakan CIDR selanjutnya baru dipecah kembali menggunakan VLSM. Maka setelah dilakukan perhutingan maka akan dapat dilihat subnet yang telah dipecah makan akan menjadi beberapa subnet lagi dengan mengganti subnetnya.